TANJUNG SELOR – Kebutuhan daging di Kalimantan Utara (Kaltara) sejauh ini masih mengandalkan dari luar daerah. Hampir semua Kabupaten dan Kota di Kaltara belum mampu untuk mensuport kebutuhan akan daging di daerahnya masing-masing.
Persoalan ini tentu menjadi masalah serius yang mesti dicarikan jalan keluarnya secara bersama-sama. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara Heri Rudiyono melalui Kabid Peternakan, Surianto Samuel Taro menyatakan pemerintah telah berusaha melaukan berbagai cara salah satunya dengan berkolaborasi antara pemerintah Provinsi dan Kabupaten dan Kota. Kolaborasi itu dimaksud guna memanfaatkan potensi yang dimiliki disetiap daerah masing-masing.
“Iya,untuk kebutuhan daging kita masih andalkan dari luar. Bahkan hampir semua jenis daging dan juga telur,”ucap Suriyanto Samuel kepada wartawan, Senin (9/12/2024).
Dirinya mendorong peran dari semua pihak termasuk kelompok ternak di Kaltara. Kemudian,untuk ternak sapi di Kaltara saat ini tengah di fokuskan di Kabupaten Bulungan dan Kota Tarakan.
“Hampir semua ya, unggas juga ada, kemudian daging sapi juga masih andalkan luar daerah, termasuk telur masih mengandalkan dari luar seperti dari Berau Kalimantan Timur,” tuturnnya.
selanjutnya kebutuhan daging beku juga masih mengandalkan dari luar daerah, seperti dari Sulawesi, seputaran Kalimantan dan Bahkan dari pulau Jawa.
Upaya mitigasi lain yang dilakukan pemerintah Kaltara yakni memasifkan sosialisasi program pengadaan yang telah dicanangakan oleh Pemerintah Kaltara.
“Jadi kita fungsikan para petani dan peternak ini termasuk kelompok tani dengan memastikan bantuan yang diberikan dapat tepat guna,tepat sasaran sesuai dengan peruntukannya,”tukasnya.
kemudian Kabupaten dan Kota juga telah dikoordinasikan untuk memanfaatkan anggaran APBD dalam mengoptimalkan potensi peternakan di daerah.
“Kita berharap dengan adanya bantuan yang diberikan pemerintah daerah,dapat menjadikan Kaltara sebagai provinsi swasembada daging,”tutupnya.(rdk)

















