TANJUNG SELOR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bulungan menyoroti tantangan pengelolaan sampah yang terus meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk serta perubahan pola konsumsi dan gaya hidup masyarakat.
Kepala DLH Bulungan, Ismail, mengatakan salah satu kendala utama yang kerap dihadapi adalah persepsi sebagian masyarakat yang menilai sampah tidak diangkut, meskipun pihaknya telah mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia.
“Salah satu kendala utama adalah persepsi masyarakat terkait sampah yang tidak diangkut, meskipun pihak kami telah mengoptimalkan sumber daya yang ada,” kata Ismail, beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, tidak jarang masyarakat hanya melihat satu atau dua titik sampah yang belum terangkut, tanpa memahami bahwa armada kebersihan telah bekerja secara maksimal sesuai kemampuan yang ada.
“Kadang masyarakat hanya melihat satu atau dua titik sampah yang belum terangkut, tanpa memahami bahwa armada kami sudah beroperasi secara maksimal. Dengan jumlah personel dan kendaraan yang terbatas, kami harus mengatur penggunaan sumber daya secara efisien, termasuk penghematan BBM dan pengaturan rute pengangkutan,” jelasnya.
Saat ini, DLH Bulungan mengoperasikan sekitar 18 unit truk pengangkut sampah serta 15 unit kendaraan roda tiga (Viar) untuk menjangkau kawasan padat penduduk maupun wilayah yang sulit diakses kendaraan besar.
Selain itu, terdapat sekitar 230 petugas kebersihan yang tersebar di berbagai wilayah. Para petugas tersebut bertugas menangani pengangkutan sampah, pembersihan drainase dan selokan, bahu jalan, serta pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di sejumlah kecamatan, seperti Tanjung Selor, Tanjung Palas, Bunyu, dan Sekatak.(*)
















