TANJUNG SELOR – Ketua Umum Esports Indonesia (ESI) Kabupaten Bulungan, Muhammad Jupri Pangeran Khar, menggelar turnamen Mobile Legends (ML) yang berlangsung di Jalan Sengkawit, Tanjung Selor, Sabtu (20/12/2025).
Turnamen ini diikuti sekitar 40 peserta yang berasal dari Kabupaten Bulungan, daerah sekitarnya, serta Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim).
“Pertandingan ini terbuka untuk umum, jadi semua player bisa tergabung,” ujarnya saat ditemui wartawan.
Kegiatan ini merupakan keberlanjutan dari turnamen serupa yang sebelumnya telah digelar di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Peserta dari Kabupaten Berau, kata dia, mengikutsertakan kurang lebih dua tim.
Ia menambahkan, turnamen ini tidak hanya menjadi ajang adu skill, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kualitas player asal Bulungan.
“Makanya kita harus sering membuat kegiatan seperti ini. Ini salah satu motivasi agar mereka punya jam terbang,” bebernya.
Selain itu, melalui turnamen ini diharapkan dapat menambah jam terbang sekaligus menjadi bagian dari pembinaan atlet esports. Menurutnya, pada tahun ini intensitas kegiatan lebih sering dibandingkan tahun sebelumnya.
“Insyaallah agenda yang sama akan kembali digelar sesuai agenda tahunan kami,” ucapnya.
Terkait pembinaan, ia menjelaskan bahwa ESI Bulungan berperan sebagai fasilitator. Salah satunya melalui pembinaan bersama tim Samsung Esports yang berada di bawah naungan ESI.
“Kita fasilitasi mulai dari gadget hingga tempat latihan. Termasuk menyiapkan regenerasi atlet. Saat ini juga sudah ada beberapa coach atau pelatih, jadi tiap tim sudah memiliki pelatih,” jelasnya.
Para player dilatih untuk memahami instruksi pelatih dan menguasai hero di setiap role. Melalui event ini, latihan yang telah dijalani diharapkan dapat terus dikembangkan sesuai potensi dan keahlian masing-masing atlet.
Ia menargetkan atlet esports asal Bulungan dapat lolos hingga ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) di Nusa Tenggara Timur (NTT) mendatang.
“Namun target awal kita adalah lolos dulu di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Kami optimistis bisa mencapai itu dan turnamen ini juga menjadi ajang seleksi,” terangnya.
Untuk Porprov, ESI Bulungan menargetkan sekitar dua tim yang sebelumnya telah melalui seleksi pada Pekan Olahraga Kabupaten (Porwakab).
“Meski begitu, seleksi tetap dilakukan melalui pembinaan ESI untuk melihat sejauh mana kemampuan mereka. Jika belum memenuhi, akan kita cari lagi atlet terbaik untuk mewakili Kabupaten Bulungan di Porprov 2026 mendatang,” pungkasnya.(*)

















