TANJUNG SELOR – Ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Bulungan dipastikan dalam kondisi aman. Hal ini terungkap saat Anggota DPR RI perwakilan Kalimantan Utara (Kaltara), Hj. Rahmawati Zainal, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Cabang (Kanca) Bulungan, Selasa (28/4/2026).
Dalam kunjungannya, Rahmawati tidak hanya menerima paparan, tetapi juga turun langsung meninjau gudang penyimpanan. Ia mengecek stok sejumlah komoditas utama seperti beras, gula, dan minyak goreng untuk memastikan kondisi riil di lapangan.
Kepala Cabang Bulog Bulungan, Oktavianur, turut mendampingi selama sidak berlangsung. Ia menjelaskan secara rinci terkait jumlah stok yang tersedia, sistem distribusi, hingga mekanisme penyaluran kepada masyarakat melalui jaringan mitra Bulog.
Dari hasil pemantauan tersebut, Rahmawati menyatakan bahwa pengelolaan logistik di Bulog Bulungan telah berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). Ia juga memastikan bahwa ketersediaan bahan pokok masih dalam batas aman.
“Secara langsung kita lihat tadi, stok bahan pokok seperti beras, gula, dan minyak goreng masih cukup. Diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga lima bulan ke depan,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, saat ini Bulog Kanca Bulungan memiliki stok beras sekitar 2.500 ton. Jumlah tersebut dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Bulungan serta dua kabupaten terdekat, yakni Tana Tidung (KTT) dan Malinau.
Distribusi dilakukan secara bertahap dengan alokasi sekitar 500 ton untuk masing-masing kabupaten. Skema ini diterapkan untuk menjaga keseimbangan pasokan agar tidak terjadi kekurangan di wilayah tertentu.
Selain itu, Bulog juga memberlakukan pembatasan penyaluran kepada pedagang yang menjadi mitra.
Setiap pedagang dibatasi maksimal mengambil 4 ton beras per minggu. Kebijakan ini dimaksudkan agar distribusi lebih merata dan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Di sisi harga, Rahmawati memastikan bahwa beras yang disalurkan tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp13.500 per kilogram. Ia menilai harga tersebut masih stabil dan terjangkau.
Tidak hanya soal jumlah dan harga, kualitas beras juga menjadi perhatian. Ia menilai fasilitas penyimpanan yang dimiliki Bulog sudah memadai untuk menjaga mutu beras tetap baik hingga sampai ke tangan masyarakat.
“Dari segi kualitas juga terjaga, karena sistem penyimpanan di gudang sudah sesuai standar,” jelasnya.
Melalui sidak ini, Rahmawati menegaskan pentingnya pengawasan berkelanjutan terhadap ketersediaan dan distribusi bahan pokok. Ia berharap Bulog dapat terus menjaga stabilitas pasokan, terutama dalam menghadapi potensi peningkatan kebutuhan masyarakat ke depan.
“Bulog harus tetap hadir memastikan tidak ada kelangkaan dan distribusi berjalan lancar,” tutupnya. (*)

















