TANJUNG SELOR – Upaya memperkokoh semangat nasionalisme di wilayah perbatasan dan pedalaman terus digencarkan. Masih dalam rangkaian agenda kerja di daerah pemilihan, Anggota DPD RI perwakilan Kalimantan Utara (Kaltara) kembali menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang kali ini dipusatkan di Desa Pejalin, Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Bulungan.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyegarkan kembali pemahaman masyarakat mengenai fondasi bernegara, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Pemilihan Desa Pejalin sebagai lokasi sosialisasi menunjukkan komitmen para senator untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, hingga ke tingkat akar rumput. Hadir sebagai peserta utama dalam agenda ini adalah para tokoh dan pengurus Lembaga Adat Dayak Desa Pejalin.
Keterlibatan lembaga adat dinilai sangat strategis, mengingat peran mereka sebagai garda terdepan dalam menjaga harmoni sosial dan kelestarian budaya di tengah masyarakat Kalimantan Utara yang majemuk. Dalam pemaparannya, Anggota DPD RI tersebut menekankan bahwa Empat Pilar bukan sekadar slogan, melainkan tameng utama dalam menghadapi tantangan zaman dan potensi disintegrasi.
“Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Empat Pilar ini sangat sejalan dengan kearifan lokal masyarakat adat kita. Gotong royong dan toleransi adalah napas kita sehari-hari,” ujarnya di hadapan para peserta.
Diskusi berlangsung hangat saat para perwakilan Lembaga Adat menyampaikan aspirasi mengenai pentingnya perlindungan hak-hak adat yang selaras dengan konstitusi negara. Melalui sosialisasi ini, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat melalui DPD RI dengan masyarakat adat di Kaltara semakin erat demi menjaga keutuhan bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.(*)

















