TANJUNG SELOR – Rencana pembangunan Sekolah Unggul Garuda di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kini memasuki tahap serius, menyusul kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Stela Christea, ke sejumlah lokasi di Kabupaten Bulungan.
Prof. Stela menyampaikan bahwa hasil kunjungan ke tiga titik lokasi tersebut akan langsung dilaporkan kepada Presiden RI, Prabowo Subianto. Presiden disebut menaruh perhatian besar terhadap pembangunan sekolah unggulan tersebut.
“Bapak Presiden berharap ada lahan seluas 20 hektare untuk satu Sekolah Garuda. Namun untuk tahap awal, pembangunan hanya akan menggunakan 2 hektare,” jelas Prof. Stela kepada wartawan usai peninjauan, Jumat (11/7).

Sisa lahan akan dimanfaatkan untuk pengembangan fasilitas serta kegiatan yang juga bisa melibatkan masyarakat, seperti fasilitas olahraga terbuka. “Ada kemungkinan fasilitas olahraga di sekolah ini dibuka untuk masyarakat umum. Jadi, keberadaan sekolah ini bisa memberi manfaat lebih luas,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala, menyatakan dukungan penuh terhadap proyek tersebut dan menjelaskan bahwa Pemprov telah menyiapkan beberapa alternatif lahan. Dua lokasi yang diusulkan berada di kawasan Sepunggur dan kawasan dalam Kota Baru Mandiri (KBM).
Menariknya, kata Ingkong, lokasi yang awalnya tidak ditawarkan—yakni lahan di belakang Kantor DPRD Kaltara—justru menjadi pilihan utama setelah dilakukan survei langsung. Lokasi tersebut dinilai lebih siap dari sisi teknis karena tidak memerlukan penimbunan.
“Lahan itu milik Pemprov, dan secara kondisi lebih siap pakai. Jadi bila dari pusat sudah oke, kita bisa langsung bergerak,” ujarnya.
Sebaliknya, lahan di Sepunggur dan kawasan KBM dinilai kurang ideal karena memerlukan penimbunan dan lokasinya cukup jauh dari pusat pemerintahan. “Kami tetap komitmen menyediakan lahan yang sesuai kebutuhan dan siap mendukung program nasional ini demi pemerataan pendidikan di wilayah perbatasan,” tutup Ingkong.(*)

















