Mubes LADK Bulungan Polisi Amankan Arus Laluintas

Mubes LADK Bulungan Polisi Amankan Arus Laluintas

29 Mei 2026
Ribuan Warga Dayak Kenyah Padati Mubes Perdana LADK Bulungan

Ribuan Warga Dayak Kenyah Padati Mubes Perdana LADK Bulungan

28 Mei 2026
Kekurangan Guru Agama Katolik di Bulungan Disorot, Pemuda Katolik Desak Pemda Cari Solusi

Kekurangan Guru Agama Katolik di Bulungan Disorot, Pemuda Katolik Desak Pemda Cari Solusi

28 Mei 2026
Wakapolda Kaltara Gelar Kunjungan Kerja ke Polres Nunukan

Wakapolda Kaltara Gelar Kunjungan Kerja ke Polres Nunukan

27 Mei 2026
Gubernur Salat Iduladha Bersama Warga, Serahkan Hewan Kurban untuk Masyarakat

Gubernur Salat Iduladha Bersama Warga, Serahkan Hewan Kurban untuk Masyarakat

27 Mei 2026
Warta Benuanta
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Tarakan
  • KTT
  • Malinau
  • Kanal Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Wisata
    • Opini
    • Politik
    • Teknologi
    • Nasional
  • Home
  • Kaltara
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Tarakan
  • KTT
  • Malinau
  • Kanal Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Wisata
    • Opini
    • Politik
    • Teknologi
    • Nasional
No Result
View All Result
Warta Benuanta
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Opini
  • Ekonomi
  • Bisnis
  • Budaya
  • Politik
  • Gaya Hidup
  • Teknologi
Home Bulungan Kaltara

Kekurangan Guru Agama Katolik di Bulungan Disorot, Pemuda Katolik Desak Pemda Cari Solusi

Redaksi Kaltara by Redaksi Kaltara
28 Mei 2026
0
Kekurangan Guru Agama Katolik di Bulungan Disorot, Pemuda Katolik Desak Pemda Cari Solusi

TANJUNG SELOR – Keterbatasan tenaga pengajar, khususnya guru agama di sejumlah satuan pendidikan di Kabupaten Bulungan, mengharuskan pihak sekolah melakukan berbagai upaya agar mata pelajaran agama tetap terisi.

RELATED POSTS

Mubes LADK Bulungan Polisi Amankan Arus Laluintas

Ribuan Warga Dayak Kenyah Padati Mubes Perdana LADK Bulungan

Wakapolda Kaltara Gelar Kunjungan Kerja ke Polres Nunukan

Namun, kondisi yang kerap ditemukan di tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah kekurangan guru agama Katolik. Hal ini membuat pihak sekolah terkadang menggabungkan mata pelajaran agama Katolik dan Kristen.

Kondisi tersebut mendapat respons beragam dari orang tua dan wali murid. Mereka meminta pihak sekolah agar tidak lagi melakukan penggabungan mata pelajaran agama, mengingat ajaran agama Kristen dan Katolik memiliki perbedaan yang mutlak.

Menanggapi problematika tersebut Ketua Komcab Pemuda Katolik Bulungan, Alyosius Afriday Sandy meminta hal tersebut mesti menjadi perhatian serius oleh pemerintah daerah. Dan diharapkan, hal tersebut tidak berkelanjutan karena dikhawatirkan terjadi salah persepsi dan pemahaman di kalangan pelajar.

“Apalagi daya ingat anak-anak tingkat pelajar ini masih tinggi dan memang perlu pemahaman yang jelas. Ditakutkan pengabungan ini malah menimbulkan salah pemahaman di kalangan anak-anak,” jelas Sandy.

Sandy menemukan masih adanya kekurangan guru pengajar mata pelajaran Agama Katolik hampir sebagian satuan pendidikan di bagian kota Tanjung Selor dan itu juga terjadi di sejumlah Kecamatan yang ada di Bulungan.

“Itu datanya ada dan kita temukan di sejumlah satuan pendidikan Negeri di Bulungan. Dan  tentu hal ini tidak dinggap hal biasa tapi harus dicarikan formulanya. Supaya hak anak untuk memperoleh pendidikan agama bisa merata di semua satuan pendidikan,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Bulungan, Suparmin Seto, melalui Kepala Bidang (Kabid) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Yuni Agus Prasetyo, menepis adanya penggabungan guru agama di sejumlah satuan pendidikan tingkat SD maupun SMP di Bulungan. Ia berdalih, bahwa  penggabungan mata pelajaran agama Katolik dan Kristen di satuan pendidikan baik tingkat SD maupun SMP di Bulungan tidak dibenarkan dan tidak pernah terjadi.

“Jadi begini, penggabungan mata pelajaran antara agama Kristen dan Katolik di satuan pendidikan di Bulungan itu tidak pernah ada dan tidak diperbolehkan,” kata Agus belum lama ini.

Ia menambahkan, penggabungan ajaran antara agama Katolik dan Kristen memang tidak disarankan di setiap satuan pendidikan. “Memang tidak boleh, karena ajaran dan tata cara ibadahnya jelas berbeda,” tambah Agus.

Agus meyakini bahwa soal hal itu sudah dibicarakan pada semua satuan pendidikan di Bulungan. “Kita  sudah mengonfirmasi ke sekolah, memang seperti itu mereka menjalankan. Tapi kalau ada laporan terkait itu, sekolah mana, tolong beritahu kami,” bebernya.

Katanya ketika dilaporkan ke Disdik Bulungan maka sekolah yang menjalankan metode pengajaran seperti itu bakal diberikan penegasan dan pemahaman.

Namun Agus mengakui, jika masih ada satuan pendidikan yang melakukan penggabungan, kemungkinan disebabkan keterbatasan sumber daya manusia (SDM) guru agama.

“Sebetulnya kami juga menyadari masih kekurangan guru agama, bahkan hampir semua agama. Karena kondisi itu, sekolah mungkin mencari solusi sendiri dengan cara digabungkan, padahal sebenarnya tidak boleh,” ujarnya.

Meski demikian, kebijakan teknis pembelajaran diserahkan kepada masing-masing satuan pendidikan dalam memberikan layanan pendidikan kepada siswa dari berbagai agama, seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

“Dan itu harus dilakukan secara terpisah, tidak boleh digabungkan,” jelasnya.

Jika ke depan masih ditemukan penggabungan mata pelajaran agama, pihaknya akan mengusulkan penambahan tenaga pendidik kepada pemerintah pusat, khususnya guru agama.

“Jika polemiknya seperti ini, kami akan mengusulkan formasi guru agama ke pemerintah pusat agar layanan pendidikan dan hak siswa bisa terpenuhi,” tandasnya.

Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Agama Kabupaten Bulungan untuk mencari solusi atas persoalan ini.
Sementara itu, narasumber yang dikonfirmasi media ini membenarkan adanya kekurangan guru agama Katolik di beberapa SD di Bulungan.

Bahkan, berdasarkan informasi yang diperoleh, guru agama Katolik di wilayah perkotaan Tanjung Selor hanya terdapat di dua sekolah, yakni SDN 01 dan SDN 05.

“Itu memang benar. Sekolah di sekitar kota Tanjung Selor ini hanya dua SD yang memiliki guru agama Katolik, yaitu SDN 01 dan SDN 05. Di SDN 01 memang lulusan guru agama Katolik, sedangkan di SDN 05 hanya diperbantukan dengan tugas tambahan mengajar agama. Karena sebenarnya saya mengajar kelas, tetapi karena tidak ada guru agama, kepala sekolah memberikan tugas tambahan,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, kondisi ini berseberangan dengan kebijakan pemerintah yang menghapus tenaga honorer, sementara di sekolah masih sangat membutuhkan guru agama.
Ia berharap ke depan ada kebijakan atau langkah konkret yang diambil oleh pemangku kebijakan untuk mengatasi persoalan ini.(*)

Tags: Pemuda Katolik
ShareTweetPin
Redaksi Kaltara

Redaksi Kaltara

Related Posts

Mubes LADK Bulungan Polisi Amankan Arus Laluintas
Bulungan Kaltara

Mubes LADK Bulungan Polisi Amankan Arus Laluintas

29 Mei 2026
Ribuan Warga Dayak Kenyah Padati Mubes Perdana LADK Bulungan
Bulungan Kaltara

Ribuan Warga Dayak Kenyah Padati Mubes Perdana LADK Bulungan

28 Mei 2026
Wakapolda Kaltara Gelar Kunjungan Kerja ke Polres Nunukan
Bulungan Kaltara

Wakapolda Kaltara Gelar Kunjungan Kerja ke Polres Nunukan

27 Mei 2026
Pemprov Ajak LPD Jadi Mitra Strategis Pembangunan
Bulungan Kaltara

Pemprov Ajak LPD Jadi Mitra Strategis Pembangunan

27 Mei 2026
Ketua DPRD Bulungan Hadiri Penerimaan WTP Pemkab Bulungan
Bulungan Kaltara

Ketua DPRD Bulungan Hadiri Penerimaan WTP Pemkab Bulungan

25 Mei 2026
Diduga Diterkam Buaya, Warga Desa Binai Ditemukan Meninggal di Parit
Bulungan Kaltara

Diduga Diterkam Buaya, Warga Desa Binai Ditemukan Meninggal di Parit

25 Mei 2026
Next Post
Ribuan Warga Dayak Kenyah Padati Mubes Perdana LADK Bulungan

Ribuan Warga Dayak Kenyah Padati Mubes Perdana LADK Bulungan

Mubes LADK Bulungan Polisi Amankan Arus Laluintas

Mubes LADK Bulungan Polisi Amankan Arus Laluintas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended Stories

45 Personel Polres Malinau Naik Pangkat

45 Personel Polres Malinau Naik Pangkat

2 Januari 2025
Pemkab Bulungan Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Bimtek Keamanan Pangan

Pemkab Bulungan Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Bimtek Keamanan Pangan

5 Agustus 2025
Pemkab Bulungan Luncurkan Aplikasi Si Rindu Smart untuk Perkuat Tata Kelola Keuangan

Bupati Bulungan Imbau Masyarakat Jaga Kedamaian dan Kondusivitas Daerah

1 September 2025

Popular Stories

  • Viral, Pesawat Smart Avion Rute Long Ampung – Samarinda Alami Insiden Mesin Mati, Hingga Mendarat Darurat

    Viral, Pesawat Smart Avion Rute Long Ampung – Samarinda Alami Insiden Mesin Mati, Hingga Mendarat Darurat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ternak Hewan Terbesar Di Kaltara Rencana Diresmikan Oleh Gubernur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keterjebakan Simbolik Akut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aktor Utama Proyek BPSDM Kaltara Terungkap, Kerugian Negara Capai Rp1,5 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kebakaran Hebat Landa Gang Merudung, Beberapa Rumah Hangus Terbakar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Warta Benuanta

© 2025 WartaBenuanta.id

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Tarakan
  • KTT
  • Malinau
  • Kanal Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Wisata
    • Opini
    • Politik
    • Teknologi
    • Nasional

© 2025 WartaBenuanta.id

You cannot copy content of this page