Bank Raya Perkuat Inovasi dan Layanan Digital Dukung Percepatan Inklusi Keuangan Digital di Indonesia

Bank Raya Perkuat Inovasi dan Layanan Digital Dukung Percepatan Inklusi Keuangan Digital di Indonesia

5 November 2026
Tak Cukup Skill, Perusahaan Juga Cari Pekerja Berattitude Baik

Tak Cukup Skill, Perusahaan Juga Cari Pekerja Berattitude Baik

5 November 2026
Bunda Kaltara Salurkan 10 Kasur dan Satu Set Rebana untuk Ponpes Darul Mukhlasin

Bunda Kaltara Salurkan 10 Kasur dan Satu Set Rebana untuk Ponpes Darul Mukhlasin

5 November 2026
Wagub Kaltara Minta Proyek Infrastruktur di Nunukan Tuntas Tepat Waktu

Wagub Kaltara Minta Proyek Infrastruktur di Nunukan Tuntas Tepat Waktu

5 November 2026
Pemprov Perkuat Transformasi Digital melalui Tiga Portal Layanan Terintegrasi

Pemprov Perkuat Transformasi Digital melalui Tiga Portal Layanan Terintegrasi

5 November 2026
Warta Benuanta
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Tarakan
  • KTT
  • Malinau
  • Kanal Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Wisata
    • Opini
    • Politik
    • Teknologi
    • Nasional
  • Home
  • Kaltara
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Tarakan
  • KTT
  • Malinau
  • Kanal Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Wisata
    • Opini
    • Politik
    • Teknologi
    • Nasional
No Result
View All Result
Warta Benuanta
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Opini
  • Ekonomi
  • Bisnis
  • Budaya
  • Politik
  • Gaya Hidup
  • Teknologi
Home Bulungan Kaltara

Kekurangan Guru Agama Katolik di Bulungan Disorot, Pemuda Katolik Desak Pemda Cari Solusi

Redaksi Kaltara by Redaksi Kaltara
28 Mei 2026
0
Kekurangan Guru Agama Katolik di Bulungan Disorot, Pemuda Katolik Desak Pemda Cari Solusi

TANJUNG SELOR – Keterbatasan tenaga pengajar, khususnya guru agama di sejumlah satuan pendidikan di Kabupaten Bulungan, mengharuskan pihak sekolah melakukan berbagai upaya agar mata pelajaran agama tetap terisi.

RELATED POSTS

Polresta Bulungan Peringati Hari Sumpah Pemuda

Penguatan Tata Kelola Keuangan, Pemprov Siapkan Sejumlah Langkah Strategis

Satbinmas Polresta Bulungan Sosialisasikan Pencegahan Bullying kepada Siswa SDN 012 

Namun, kondisi yang kerap ditemukan di tingkat Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah kekurangan guru agama Katolik. Hal ini membuat pihak sekolah terkadang menggabungkan mata pelajaran agama Katolik dan Kristen.

Kondisi tersebut mendapat respons beragam dari orang tua dan wali murid. Mereka meminta pihak sekolah agar tidak lagi melakukan penggabungan mata pelajaran agama, mengingat ajaran agama Kristen dan Katolik memiliki perbedaan yang mutlak.

Menanggapi problematika tersebut Ketua Komcab Pemuda Katolik Bulungan, Alyosius Afriday Sandy meminta hal tersebut mesti menjadi perhatian serius oleh pemerintah daerah. Dan diharapkan, hal tersebut tidak berkelanjutan karena dikhawatirkan terjadi salah persepsi dan pemahaman di kalangan pelajar.

“Apalagi daya ingat anak-anak tingkat pelajar ini masih tinggi dan memang perlu pemahaman yang jelas. Ditakutkan pengabungan ini malah menimbulkan salah pemahaman di kalangan anak-anak,” jelas Sandy.

Sandy menemukan masih adanya kekurangan guru pengajar mata pelajaran Agama Katolik hampir sebagian satuan pendidikan di bagian kota Tanjung Selor dan itu juga terjadi di sejumlah Kecamatan yang ada di Bulungan.

“Itu datanya ada dan kita temukan di sejumlah satuan pendidikan Negeri di Bulungan. Dan  tentu hal ini tidak dinggap hal biasa tapi harus dicarikan formulanya. Supaya hak anak untuk memperoleh pendidikan agama bisa merata di semua satuan pendidikan,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Bulungan, Suparmin Seto, melalui Kepala Bidang (Kabid) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Yuni Agus Prasetyo, menepis adanya penggabungan guru agama di sejumlah satuan pendidikan tingkat SD maupun SMP di Bulungan. Ia berdalih, bahwa  penggabungan mata pelajaran agama Katolik dan Kristen di satuan pendidikan baik tingkat SD maupun SMP di Bulungan tidak dibenarkan dan tidak pernah terjadi.

“Jadi begini, penggabungan mata pelajaran antara agama Kristen dan Katolik di satuan pendidikan di Bulungan itu tidak pernah ada dan tidak diperbolehkan,” kata Agus belum lama ini.

Ia menambahkan, penggabungan ajaran antara agama Katolik dan Kristen memang tidak disarankan di setiap satuan pendidikan. “Memang tidak boleh, karena ajaran dan tata cara ibadahnya jelas berbeda,” tambah Agus.

Agus meyakini bahwa soal hal itu sudah dibicarakan pada semua satuan pendidikan di Bulungan. “Kita  sudah mengonfirmasi ke sekolah, memang seperti itu mereka menjalankan. Tapi kalau ada laporan terkait itu, sekolah mana, tolong beritahu kami,” bebernya.

Katanya ketika dilaporkan ke Disdik Bulungan maka sekolah yang menjalankan metode pengajaran seperti itu bakal diberikan penegasan dan pemahaman.

Namun Agus mengakui, jika masih ada satuan pendidikan yang melakukan penggabungan, kemungkinan disebabkan keterbatasan sumber daya manusia (SDM) guru agama.

“Sebetulnya kami juga menyadari masih kekurangan guru agama, bahkan hampir semua agama. Karena kondisi itu, sekolah mungkin mencari solusi sendiri dengan cara digabungkan, padahal sebenarnya tidak boleh,” ujarnya.

Meski demikian, kebijakan teknis pembelajaran diserahkan kepada masing-masing satuan pendidikan dalam memberikan layanan pendidikan kepada siswa dari berbagai agama, seperti Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

“Dan itu harus dilakukan secara terpisah, tidak boleh digabungkan,” jelasnya.

Jika ke depan masih ditemukan penggabungan mata pelajaran agama, pihaknya akan mengusulkan penambahan tenaga pendidik kepada pemerintah pusat, khususnya guru agama.

“Jika polemiknya seperti ini, kami akan mengusulkan formasi guru agama ke pemerintah pusat agar layanan pendidikan dan hak siswa bisa terpenuhi,” tandasnya.

Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Agama Kabupaten Bulungan untuk mencari solusi atas persoalan ini.
Sementara itu, narasumber yang dikonfirmasi media ini membenarkan adanya kekurangan guru agama Katolik di beberapa SD di Bulungan.

Bahkan, berdasarkan informasi yang diperoleh, guru agama Katolik di wilayah perkotaan Tanjung Selor hanya terdapat di dua sekolah, yakni SDN 01 dan SDN 05.

“Itu memang benar. Sekolah di sekitar kota Tanjung Selor ini hanya dua SD yang memiliki guru agama Katolik, yaitu SDN 01 dan SDN 05. Di SDN 01 memang lulusan guru agama Katolik, sedangkan di SDN 05 hanya diperbantukan dengan tugas tambahan mengajar agama. Karena sebenarnya saya mengajar kelas, tetapi karena tidak ada guru agama, kepala sekolah memberikan tugas tambahan,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, kondisi ini berseberangan dengan kebijakan pemerintah yang menghapus tenaga honorer, sementara di sekolah masih sangat membutuhkan guru agama.
Ia berharap ke depan ada kebijakan atau langkah konkret yang diambil oleh pemangku kebijakan untuk mengatasi persoalan ini.(*)

Tags: Pemuda Katolik
ShareTweetPin
Redaksi Kaltara

Redaksi Kaltara

Related Posts

Polresta Bulungan Peringati Hari Sumpah Pemuda
Bulungan Kaltara

Polresta Bulungan Peringati Hari Sumpah Pemuda

28 Oktober 2026
Penguatan Tata Kelola Keuangan, Pemprov Siapkan Sejumlah Langkah Strategis
Bulungan Kaltara

Penguatan Tata Kelola Keuangan, Pemprov Siapkan Sejumlah Langkah Strategis

13 Juli 2026
Satbinmas Polresta Bulungan Sosialisasikan Pencegahan Bullying kepada Siswa SDN 012 
Bulungan Kaltara

Satbinmas Polresta Bulungan Sosialisasikan Pencegahan Bullying kepada Siswa SDN 012 

13 Juli 2026
Wakapolda Kaltara Sambut Kedatangan Kapolda Baru di Bandara Juwata Tarakan
Bulungan Kaltara

Wakapolda Kaltara Sambut Kedatangan Kapolda Baru di Bandara Juwata Tarakan

9 Juli 2026
Pencegahan Perundungan Sasar Siswa SMKN 1 Bunyu
Bulungan Kaltara

Pencegahan Perundungan Sasar Siswa SMKN 1 Bunyu

9 Juli 2026
DPRD Bulungan Dorong Pemerintah, Bantu  Tumbuh Kembangkan UMKM Lokal
Bulungan Kaltara

DPRD Bulungan Dorong Pemerintah, Bantu  Tumbuh Kembangkan UMKM Lokal

9 Juli 2026
Next Post
Ribuan Warga Dayak Kenyah Padati Mubes Perdana LADK Bulungan

Ribuan Warga Dayak Kenyah Padati Mubes Perdana LADK Bulungan

Mubes LADK Bulungan Polisi Amankan Arus Laluintas

Mubes LADK Bulungan Polisi Amankan Arus Laluintas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended Stories

Sinergitas Pemkab dan Forkopimda, Kapolresta Hadiri Coffee Morning di Gedung Tenguyun

Sinergitas Pemkab dan Forkopimda, Kapolresta Hadiri Coffee Morning di Gedung Tenguyun

29 Juli 2025
SMSI Kaltara Kecam Tindakan Oknum Polda Kaltara yang Intimidasi Tugas Liputan Wartawan

SMSI Kaltara Kecam Tindakan Oknum Polda Kaltara yang Intimidasi Tugas Liputan Wartawan

29 Mei 2025
Pohon Tumbang Tutupi Jalan Agathis, Petugas Gabungan Lakukan Evakuasi

Pohon Tumbang Tutupi Jalan Agathis, Petugas Gabungan Lakukan Evakuasi

23 Juni 2026

Popular Stories

  • Viral, Pesawat Smart Avion Rute Long Ampung – Samarinda Alami Insiden Mesin Mati, Hingga Mendarat Darurat

    Viral, Pesawat Smart Avion Rute Long Ampung – Samarinda Alami Insiden Mesin Mati, Hingga Mendarat Darurat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Persoalan Lahan Memanas, Kapolda Kaltara Janji Tindak Lanjut dalam 24 Jam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ternak Hewan Terbesar Di Kaltara Rencana Diresmikan Oleh Gubernur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keterjebakan Simbolik Akut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Aktor Utama Proyek BPSDM Kaltara Terungkap, Kerugian Negara Capai Rp1,5 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Warta Benuanta

© 2025 WartaBenuanta.id

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Perlindungan Wartawan

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Bulungan
  • Nunukan
  • Tarakan
  • KTT
  • Malinau
  • Kanal Berita
    • Bisnis
    • Budaya
    • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Wisata
    • Opini
    • Politik
    • Teknologi
    • Nasional

© 2025 WartaBenuanta.id

You cannot copy content of this page