TANJUNG SELOR – Pemerataan jaringan internet dan telekomunikasi di wilayah pedalaman Kabupaten Bulungan kembali menjadi sorotan. Sejumlah desa di Kecamatan Peso dan Peso Hilir hingga kini masih menghadapi persoalan blank spot serta kualitas sinyal yang belum stabil, khususnya untuk layanan seluler.
Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap aktivitas perekonomian masyarakat, namun upaya pemerintah dengan menghadirkan puluhan unit starlink bisa menjawab sedikit keluhan warga di bidang pelayanan fital seperti sektor pendidikan, kesehatan dan pelayanan peemerintahan desa.
Di tengah perkembangan teknologi yang kian pesat, keterbatasan jaringan membuat sebagian warga belum sepenuhnya menikmati layanan digital secara optimal. Sebagai solusi sementara, pemerintah daerah sebelumnya telah menghadirkan layanan internet berbasis satelit Starlink dengan fokus utama mendukung fasilitas pendidikan dan kesehatan.
Namun dalam praktiknya, ketergantungan pada pasokan listrik menjadi kendala tersendiri.
Saat listrik PLN padam, jaringan otomatis ikut terhenti. Ironisnya, ketika aliran listrik kembali normal, koneksi internet maupun telepon seluler tidak selalu langsung pulih dan kerap membutuhkan waktu hingga benar-benar stabil.
Anggota DPRD Bulungan Daerah Pemilihan III, Mendan Anye, menilai persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Ia menyebut akses internet saat ini bukan lagi kebutuhan pelengkap, melainkan telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
“Langkah menghadirkan Starlink tentu patut diapresiasi sebagai solusi awal. Tapi kita juga perlu memikirkan skema yang lebih permanen dan berkelanjutan, terutama untuk wilayah yang masih sering mengalami pemadaman listrik,” ujarnya.
Menurutnya, gangguan jaringan yang terjadi berbulan-bulan terakhir telah menghambat berbagai aktivitas warga. Tidak sedikit masyarakat yang kesulitan berkomunikasi maupun mengakses layanan daring ketika jaringan kembali ‘tenggelam’ setelah listrik menyala.
Ia mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi dengan penyedia layanan telekomunikasi agar pembangunan infrastruktur jaringan bisa menjangkau desa-desa secara merata, bukan hanya bertumpu pada solusi sementara.
“Jangan sampai masyarakat di pedalaman terus tertinggal hanya karena persoalan sinyal. Pemerataan jaringan ini menyangkut kualitas pendidikan, akses informasi, pelayanan publik, hingga pertumbuhan ekonomi desa,” tegasnya.
Masyarakat dua Kecamatan ini berharap ada langkah konkret yang mampu menghadirkan layanan telekomunikasi yang stabil dan berkesinambungan, sehingga pembangunan digital benar-benar dirasakan hingga ke pelosok daerah.(*)

















