TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan, Syarwani, kembali meluruskan kabar yang beredar di masyarakat terkait adanya isu penarikan retribusi kepada pedagang di sepanjang kawasan Taman Tepian Sungai Kayan. Ia menegaskan, sampai saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan sama sekali tidak pernah mengeluarkan kebijakan yang memberlakukan pungutan dalam bentuk retribusi bulanan kepada para pedagang kecil yang berjualan di kawasan tersebut.
Menurutnya, isu yang berkembang seolah-olah Pemkab Bulungan melakukan penarikan retribusi sebesar Rp500 ribu per bulan adalah informasi yang tidak benar. “Saya masih mendengar isu seakan-akan Pemda Bulungan menarik retribusi sebesar Rp500 ribu per bulan kepada pedagang. Saya tegaskan, itu tidak benar,” kata Bupati dengan nada tegas.
Ia menambahkan, Pemkab Bulungan pada dasarnya selalu berupaya memberikan ruang kepada masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM), untuk tetap dapat berjualan dengan aman dan nyaman. Apalagi, keberadaan pedagang di kawasan Tepian Sungai Kayan juga turut memberi warna dan menghidupkan perekonomian lokal.
“Pemda Bulungan tidak pernah membuat kebijakan untuk menarik retribusi kepada pedagang di sepanjang Tepian Sungai Kayan. Sampai hari ini tidak ada aturan seperti itu yang kami keluarkan,” lanjutnya.
Bupati berharap, masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang belum jelas sumbernya. Ia juga mengimbau agar jika terdapat informasi yang diragukan kebenarannya, sebaiknya langsung dikonfirmasi ke instansi terkait agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa Pemkab Bulungan saat ini justru sedang berfokus untuk menata kawasan Tepian Sungai Kayan agar menjadi ruang publik yang lebih representatif. Penataan ini diharapkan dapat membuat kawasan tersebut semakin nyaman, baik bagi masyarakat yang sekadar berkunjung maupun pedagang yang menggantungkan mata pencaharian di lokasi tersebut.
“Prinsipnya, pemerintah daerah ingin keberadaan pedagang tetap terakomodir tanpa terbebani pungutan yang tidak jelas. Karena tujuan kami adalah menghadirkan suasana ekonomi yang kondusif bagi semua pihak,” pungkasnya.(rdk)

















